• BERITA SEPUTAR PENDIDIKAN
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Seri Modul Belajar, Refleksi dalam Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran

Modul ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya refleksi sebagai bagian dari pembelajaran mendalam. Sasaran utamanya adalah:

  1. Menguatkan kemampuan guru dalam merancang dan memfasilitasi proses refleksi murid, sehingga murid lebih mampu mengatur diri dan belajar dengan sadar.

  2. Membekali guru dengan pemahaman mengenai kegunaan, cara mengakses, serta alur belajar refleksi dalam Seri Belajar Bersama.

Modul Relfeksi dalam Pembelajaran UNDUH DISINI


Persiapan Sebelum Kegiatan

Agar pelaksanaan efektif, guru/fasilitator perlu:

  • Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung.

  • Menyesuaikan waktu kegiatan dengan jumlah topik/modul serta ketersediaan peserta (tidak harus selesai dalam satu hari).

  • Menjelaskan tujuan, alur, dan jadwal yang disepakati.

  • Mengakses alat bantu fasilitasi untuk membangun partisipasi aktif, mengelola kelompok, dan memberi umpan balik.


Alur Kegiatan Belajar

A. Awal Belajar

  • Ice breaking untuk membuka suasana.

  • Asesmen awal menggunakan bagan K-W-L (Know – Wonder – Learn):

    • K (Know): apa yang sudah peserta ketahui.

    • W (Wonder): apa yang ingin diketahui.

    • L (Learn): apa yang sudah dipelajari.

  • Klarifikasi miskonsepsi jika muncul.

  • Peserta menempel sticky notes pada kertas plano sesuai kolom K-W-L.

  • Pertanyaan pemantik:

    • Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang refleksi dalam pembelajaran?

    • Prinsip apa saja yang harus digunakan selama refleksi pembelajaran?

B. Saat Belajar

  • Peserta dibagi kelompok kecil (3–5 orang).

  • Menonton video refleksi pembelajaran sesuai jenjang (PAUD, SD, SMP/SMA/SMK).

  • Sebelum menonton, peserta menuliskan hal yang ingin mereka ketahui.

  • Selama menonton, fasilitator bisa menghentikan video untuk diskusi.

  • Setelah menonton, peserta menuliskan poin penting ke kolom L (Learn) pada K-W-L.

  • Diskusi kelompok dan pleno dilakukan untuk:

    • Membandingkan hasil K, W, dan L.

    • Mengklarifikasi miskonsepsi.

    • Menjawab pertanyaan yang belum terjawab.

C. Penguatan Belajar

Terdapat dua pilihan kegiatan:

  1. Merancang Refleksi yang Memotivasi Murid Mengenali Cara Belajarnya

    • Guru berlatih membuat aktivitas refleksi yang sederhana, bermakna, dan mendorong murid mengenali cara belajar.

    • Proses: refleksi individu → diskusi kelompok → membuat ide kegiatan refleksi → galeri ide (walking gallery) → refleksi akhir.

    • Contoh bentuk: menulis, menggambar, memilih emoticon, atau percakapan ringan.

  2. Praktik Merancang Refleksi untuk Melihat Pencapaian Tujuan Pembelajaran

    • Guru belajar menyusun pertanyaan refleksi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran (TP).

    • Proses:

      • Menentukan satu TP → membuat pertanyaan reflektif → bertukar lembar refleksi dengan rekan → memberi umpan balik → menyempurnakan pertanyaan.

    • Diskusi diarahkan untuk menilai sejauh mana pertanyaan membantu murid memahami capaian belajarnya.


Prinsip Penting dalam Refleksi

  • Setiap pertanyaan reflektif adalah peluang bagi murid untuk memahami dirinya, menemukan cara belajarnya, dan tumbuh menjadi pembelajar mandiri.

  • Refleksi bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian integral dari pembelajaran bermakna.

  • Guru berperan sebagai fasilitator yang:

    • Peduli terhadap motivasi dan kesejahteraan belajar murid.

    • Mampu memandu, mendengar, serta berbagi praktik baik dengan guru lain.


Penutup

  • Setelah kegiatan, fasilitator meminta umpan balik dari peserta terkait teknis dan materi.

  • Evaluasi hasil ini digunakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan seri belajar berikutnya.

  • Inti dari seluruh kegiatan adalah menjadikan refleksi sebagai budaya dalam pembelajaran yang mendalam dan berkesadaran.

Modul Relfeksi dalam Pembelajaran UNDUH DISINI

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Permendikdasmen No. 4 Tahun 2026 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1. Pendahuluan: Mengapa Mengenali Bentuk Kekerasan itu Penting? Dokumen ini bertujuan untuk membantu para pendidik dan tenaga kependidikan dalam memahami secara mendalam berbagai bentu

15/01/2026 05:04 - Oleh Administrator - Dilihat 9 kali
Kisi-Kisi / Muatan dan Kompetensi Yang Diujikan Dalam TKA Jenjang SD-MI-Sederajat

Muatan dan Kompetensi Yang Diujikan Dalam TKA Jenjang SD-MI-Sederajat Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat TKA Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat difokuskan pada salah satu keterampila

14/01/2026 08:27 - Oleh Administrator - Dilihat 53 kali
Modul Ajar | Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka, Kurikulum Berbasis Cinta Fase C (Kelas 5 dan 6 MI)

Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah, admin telah menyediakan perangkat pembelajaran lengkap untuk Fase C (Kelas 5 dan Kelas 6). Perangkat

11/01/2026 16:42 - Oleh Administrator - Dilihat 206 kali
Modul Ajar | Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka, Kurikulum Berbasis Cinta Fase B (Kelas 3 dan 4 MI)

Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah, kami menyediakan Modul Ajar dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) khusus untuk Fase B (Kelas 3 dan

11/01/2026 16:30 - Oleh Administrator - Dilihat 204 kali
Modul Ajar | Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka, Kurikulum Berbasis Cinta Fase A (Kelas 1 dan 2 MI)

Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah, Kami menyediakan Modul Ajar dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) khusus untuk Fase A (Kelas 1 dan

11/01/2026 15:59 - Oleh Administrator - Dilihat 524 kali
Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

Ketika mendengar istilah "keamanan sekolah", pikiran kita sering kali langsung tertuju pada isu kekerasan fisik atau perundungan ( bullying ). Namun, sebuah peraturan baru telah hadir u

11/01/2026 12:57 - Oleh Administrator - Dilihat 343 kali
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah

Sebuah peraturan menteri baru tentang Standar Proses Pendidikan baru saja diterbitkan. Di balik nama resminya—Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026—dokumen ini secara diam-diam

11/01/2026 11:59 - Oleh Administrator - Dilihat 364 kali
Keputusan Menteri Agama, KMA Nomor 1503 Tahun 2025: Penyempurnaan Kurikulum Madrasah dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Berbasis Cinta

Kementerian Agama Republik Indonesia merilis Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024. Dokumen ini menjadi tonggak penting

06/01/2026 13:27 - Oleh Administrator - Dilihat 558 kali
Panduan Lengkap e-Rapor SD Versi 2025.1

Apa Itu e-Rapor SD? e-Rapor SD adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola nilai dan raport siswa secara digital. Sistem ini terintegrasi dengan Dapodik, sehingga sekolah tidak perlu

03/12/2025 08:06 - Oleh Administrator - Dilihat 25831 kali
Kebijakan Linieritas Guru dalam Kepmendikdasmen Nomor 222/O/202

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan Keputusan Menteri Nomor 222/O/2025 sebagai landasan baru dalam penataan kesesuaian bidang tugas guru, mata pelajaran yang diampu, se

19/11/2025 12:42 - Oleh Administrator - Dilihat 3272 kali