Perka BSKAP Nomor 45 Tahun 2025 tentang Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik Jenjang SMA, MA sederajat dan SMK, MAK
Pendahuluan
Pendidikan di Indonesia terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman. Salah satu upaya penting adalah penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMA/MA sederajat serta SMK/MAK. Tes ini tidak hanya berfungsi sebagai alat seleksi, tetapi juga untuk memetakan kompetensi peserta didik agar selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi maupun dunia kerja. Artikel ini membahas secara lengkap kerangka asesmen TKA berdasarkan Peraturan Kepala BSKAP Nomor 45/H/AN/2025.
Latar Belakang dan Tujuan TKA
Tes Kemampuan Akademik dirancang untuk:
-
Mengukur keterampilan berpikir kritis, logis, dan analitis siswa.
-
Menyediakan data objektif sebagai bahan seleksi ke perguruan tinggi atau jalur pendidikan lanjutan.
-
Menjadi alat diagnosis untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah.
Dengan adanya kerangka asesmen ini, pemerintah berharap proses seleksi berjalan lebih transparan dan berkeadilan.
Kompetensi yang Diuji dalam TKA
Kerangka asesmen TKA berfokus pada kompetensi literasi, numerasi, dan penalaran ilmiah, bukan sekadar hafalan. Kompetensi yang diukur meliputi:
-
Pemahaman teks: kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengevaluasi bacaan.
-
Literasi numerasi: keterampilan mengolah angka, menyelesaikan masalah matematika kontekstual, dan memahami representasi data.
-
Penalaran ilmiah: kemampuan menganalisis fenomena, menarik kesimpulan, dan menerapkan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari.
Mata Uji dan Jenis Soal
Berdasarkan regulasi, mata uji dalam TKA meliputi:
-
Literasi membaca
-
Penalaran matematika
-
Penalaran ilmiah
Jenis soal yang digunakan mencakup:
-
Pilihan ganda kompleks
-
Isian singkat
-
Pilihan ganda biasa
Format ini dirancang agar siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi mampu mengaplikasikan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah nyata.
Karakteristik Soal TKA
Soal-soal dalam TKA memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
-
Kontekstual dengan kehidupan sehari-hari.
-
Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).
-
Mengandung variasi tingkat kesulitan.
-
Disusun secara adil dan dapat diakses oleh seluruh peserta didik.
Pentingnya TKA untuk Siswa
Bagi siswa SMA/MA/SMK, TKA membawa manfaat strategis, di antaranya:
-
Sebagai persiapan masuk perguruan tinggi.
-
Melatih keterampilan berpikir kritis.
-
Memberi gambaran objektif mengenai capaian belajar.
-
Meningkatkan daya saing lulusan sekolah menengah.
Perka BSKAP Nomor 45 Tahun 2025 Unduh Disini
Kesimpulan
Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik 2025 merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan mengukur literasi, numerasi, dan penalaran ilmiah, TKA bukan hanya menjadi alat seleksi, tetapi juga instrumen perbaikan pembelajaran. Siswa yang mempersiapkan diri dengan baik akan lebih siap menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kisi-Kisi / Muatan dan Kompetensi Yang Diujikan Dalam TKA Jenjang SD-MI-Sederajat
Muatan dan Kompetensi Yang Diujikan Dalam TKA Jenjang SD-MI-Sederajat Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat TKA Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat difokuskan pada salah satu keterampila
Modul Ajar | Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka, Kurikulum Berbasis Cinta Fase C (Kelas 5 dan 6 MI)
Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah, admin telah menyediakan perangkat pembelajaran lengkap untuk Fase C (Kelas 5 dan Kelas 6). Perangkat
Modul Ajar | Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka, Kurikulum Berbasis Cinta Fase B (Kelas 3 dan 4 MI)
Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah, kami menyediakan Modul Ajar dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) khusus untuk Fase B (Kelas 3 dan
Modul Ajar | Rencana Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka, Kurikulum Berbasis Cinta Fase A (Kelas 1 dan 2 MI)
Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah, Kami menyediakan Modul Ajar dan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) khusus untuk Fase A (Kelas 1 dan
Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Ketika mendengar istilah "keamanan sekolah", pikiran kita sering kali langsung tertuju pada isu kekerasan fisik atau perundungan ( bullying ). Namun, sebuah peraturan baru telah hadir u
Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah
Sebuah peraturan menteri baru tentang Standar Proses Pendidikan baru saja diterbitkan. Di balik nama resminya—Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026—dokumen ini secara diam-diam
Keputusan Menteri Agama, KMA Nomor 1503 Tahun 2025: Penyempurnaan Kurikulum Madrasah dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Berbasis Cinta
Kementerian Agama Republik Indonesia merilis Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024. Dokumen ini menjadi tonggak penting
Panduan Lengkap e-Rapor SD Versi 2025.1
Apa Itu e-Rapor SD? e-Rapor SD adalah aplikasi berbasis web untuk mengelola nilai dan raport siswa secara digital. Sistem ini terintegrasi dengan Dapodik, sehingga sekolah tidak perlu
Kebijakan Linieritas Guru dalam Kepmendikdasmen Nomor 222/O/202
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan Keputusan Menteri Nomor 222/O/2025 sebagai landasan baru dalam penataan kesesuaian bidang tugas guru, mata pelajaran yang diampu, se
Juknis Pemenuhan Beban Kerja Guru (Kepmendikdasmen Nomor 221/P/2025)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi menetapkan Petunjuk Teknis Pemenuhan Beban Kerja Guru melalui Keputusan Menteri Nomor 221/P/2025 pada tanggal 12 November 2025. Juknis in
